Showing posts with label I am Now. Show all posts
Showing posts with label I am Now. Show all posts

Wednesday, August 1, 2012

Its Time to Evaluate - Saya Masih Gagal

"Keledaipun tidak akan mau terjerembab ke dalam lubang yang sama" - Season 3 - has over, saatnya untuk merancang sebuah rencana baru dengan beberapa perbaikan disana-sini untuk season-4 yang tentunya hal ini tidak akan semudah seperti yang dibayangkan. Secara keseluruhan, saya menilai apa yang saya lakukan dimusim ini masih belum sesuai dengan target dan hasilnya masih sama dengan apa yang saya dapatkan di musim pertama dan musim kedua. Kesimpulannya, saya masih "gagal". Apakah saya bakal menyerah dengan kegagalan yang terulang? there is no reason to quit Jendral!!!

Saya akui, jika musim inipun saya masih bekerja berdasarkan persepsi dan asumsi orang lain dimana proporsi persepsi dan asumsi saya sendiri belum dominan menjadi acuan yang memang pada dasarnya sayapun masih bingung. Hal yang tak mudah memang, disaat pengetahuan harus diadu dengan segudang pengalaman. Ada sebuah kontradiksi ego didalamnya, meskipun hal ini tidak tampak secara jelas. Tapi mungkin lebih tepatnya jika apa yang terjadi sebenarnya lebih terpengaruh oleh konflik batin saya sendiri yang masih belum bisa secara tegas mengambil sebuah keputusan penting karena seperti yang saya bilang jika sayapun masih bingung. Namun yang menjadi sesuatu yang patut untuk disyukuri adalah kesempatan untuk lebih banyak tahu dan belajar dari sebuah kegagalan.

Banyak hal baru yang saya pelajari di musim ke-3 ini. Dan banyak hal penting yang menjadi catatan saya di musim ini. Untuk menjadi sukses ternyata memang tidak mudah. Untuk menghasilkan apa yang menjadi patokan target kita ternyata memang tidak seindah yang dituliskan pada planning sketch pada awal musim. "Pengalaman adalah guru yang paling berharga" - Saya masih dalam tahap belajar, dimana hal baru menjadi kunci sebuah jawaban yang saya cari. Iqra' - bacalah. Kenyataannya memang itu yang harus saya lakukan. Harus sering banyak membaca apa yang tertulis dalam setiap moment yang saya alami, harus sering-sering mempelajari sebuah pengalaman baru. Termasuk dalam hal ini adalah kejadian-kejadian yang saya lihat, dengar ataupun saya rasakan sendiri selama saya bekerja di musim ini dan musim-musim sebelumnya.

"Kita bisa karena terbiasa" - Sering teledor, sering absent kerja dan masih seringnya grusah-grusuh dalam setiap pengambilan keputusan masih sering saya lakukan. Dan saya anggap saya masih belum bisa mendedikasikan diri saya pribadi secara total. Dengan kata lain, saya belum bisa melakukan semuanya dengan indah. Karena saya belum bisa mendisiplinkan diri untuk bisa lebih fokus dan lebih teliti dalam melaksanakan pekerjaan ini, yang pada dasarnya adalah pekerjaan yang saya cintai. Semoga untuk kedepannya saya bisa lebih membiasakan diri untuk melakukan hal yang memang harus dilakukan dengan tepat. "Keledaipun tidak akan mau terjerembab ke dalam lubang yang sama" - dan sayapun tidak mau mengalami sebuah kegagalan lagi. Saya harus mampu dan bisa menentukan yang terbaik dalam musim ke-4 dan musim-musim selanjutnya. Semoga Tuhan memberikan petunjuknya - dan masih memberikan kepercayaan kepada saya untuk tetap mencintai pekerjaan saya dan menekuni apa yang memang saya sukai ini dengan indah."

Mencintai pekerjaanmu dan melakukannya dengan penuh cinta itu indah Jendral!!!

Wednesday, September 7, 2011

I'm Shrimp Farmer and I Really Love This Job

Pembudidaya udang untuk jenis udang windu (Penaeus monodon) itulah pekerjaan saya saat ini. Sebenarnya tidak cuma udang windu saja tapi polikultur antara udang windu dan ikan bandeng (Chanos chanos). Pekerjaan ini saya awali mulai bulan Juni tahun ini (2011), dan sebenarnya ini adalah my second job setelah saya wisuda pada Oktober 2010 lalu. Awal mulanya sebelum terjun langsung dalam budidaya udang windu, saya mencoba mengawali peruntungan saya di budidaya ikan air tawar, khususnya pada pembenihan ikan lele. Namun apa boleh dikata, saat ini untuk pembenihan ikan lele saya masih vacum dikarenakan sejak awal memang saya lebih intent pada budidaya ikan air asin/payau khususnya untuk jenis udang windu. Yup, tahap awal saya udah mulai pertengahan bulan Juni tahun ini, dan sebagai seorang fresh graduate (ga sesuai ama umur ama masa studi sih kayaknya :D ) dengan minimnya pengalaman, saya mencoba menekuni usaha ini. Sebenarnya pekerjaan ini terbilang sudah sangat umum bagi masyarakat di lingkungan tempat tinggal saya, karena dari awal tahun 80an hingga saat ini, mayoritas masyarakat di sini bekerja sebagai pembudidaya udang windu. Dan dari keluarga saya sendiri, budidaya udang windu bukanlah menjadi pekerjaan yang sangat asing, karena Bapak saya sendiri adalah pembudidaya udang windu dan mungkin bisa di kata dia adalah salah satu pioner usaha budidaya udang windu di daerah saya.

Seperti yang saya ungkapkan di atas, saya sangat minim pengalaman dibidang budidaya udang windu dan ini adalah kali pertama saya terjun kelapangan. Jadi masih wajar jika pada awalnya saya masih sangat gamang dengan pekerjaan ini, meskipun teori dasar tentang budidaya udang telah saya dapatkan semasa saya kuliah dulu karena saya kuliah mengambil jurusan perikanan. Namun, entah mengapa saya sangat suka sekali dengan pekerjaan saya saat ini. Dan saya pikir ini memang yang saya cita-citakan sejak dulu yaitu sebagai seorang wiraswasta mandiri yang tanpa harus terikat dengan apapun :) Kenapa saya tidak memilih bekerja di kantor, atau di perusahaan budidaya udang, atau menjadi PNS saja? semua orang punya jawaban masing-masing untuk setiap pertanyaan itu, dan sayapun sudah mengungkapkan bahwa saya lebih suka untuk tidak terikat dengan apapun termasuk pada urusan birokrasi dan normatif kantor :) itulah saya :)

Dan sebagai seorang pembudidaya udang windu, saya merasa ini adalah dunia saya. Dengan latar belakang sebagai Sarjana Perikanan, apakah saya harus menekuni bidang lain yang jauh dari ilmu yang saya dapatkan? ya...mungkin ga ada salahnya untuk menekuni bidang lain seperti teman-teman saya yang bekerja di luar jalur ke ilmuan yang didapatkan. Dan tentunya kembali lagi pada alasan pribadi masing-masing. Memang jika dilihat pekerjaan ini sangatlah berat, butuh modal dan tentunya ketelitian juga...dan itulah yang menyenangkan...bekerja di lapangan melihat perkembangan udang dan bandeng kita :)

I love this job....dan saya pikir dengan rasa senang saya dengan pekerjaan saya adalah modal awal untuk menekuni pekerjaan ini. Dan siapapun itu jika mencintai pekerjaannya pasti suatu saat akan ada hasil yang tak terkira meskipun orang lain melihatnya hanya sebagai pekerjaan yang biasa-biasa saja :) semoga suatu saat apa yang kita impikan dapat terwujud apapun itu pekerjaannya :)

Monday, August 29, 2011

Tiada Kata Maaf Bagimu


Judul postingan yang sangat ekstrim dan jelas sangat bertentangan dengan suasana saat ini dimana semua orang berbondong-bondong baik melalui media cetak, media elektronik dan media telekomunikasi menyampaikan permohonan maaf atas segala kesalahan yang pernah dilakukan karena menjelang Hari Raya Idul Fitri esok hari dan tentunya harapan terbesar adalah agar dibukakan pintu maaf yang selebar-lebarnya dari seseorang yang pernah disakiti.

Trus apa maksud dan tujuan dari postingan ini? Sebenarnya tak lain dan tak bukan adalah untuk mengajak semua orang khususnya para pembaca blog ini agar membayangkan betapa penuh muatan emosi momen saat ini. Coba kita renungkan, apakah selama ini kita telah tepat bertindak dan apakah kita selama ini telah sesuai dalam menempatkan diri kita dalam suasana gembira yang esok hari (khususnya bagi umat muslim) semuanya lebur dalam suasana saling memaafkan satu sama lain?

Jawaban dari permohonan maaf adalah yang paling banyak dicari orang saat ini. Dan keikhlasan dalam membukakan pintu maaf bagi sanak saudara kita adalah yang sangat mulia kita lakukan. Namun, apakah kita pernah mendapat balasan atas segala permintaan maaf yang kita sampaikan? Pernahkan kita melihat di media-media yang menayangkan jawaban entah itu menerima permintaan maaf ataupun secara mentah-mentah menolah permintaan maaf tersebut? dan pertanyaan yang mendasar, jika memang ada penayangan atas penolakan permintaan maaf kita..apakah itu menjadi sesuatu yang lumrah atau etis dalam budaya masyarakat kita yang pada umumnya saling menghormati dan menghargai orang lain?

Bicara tentang etis ga etis, orang tua kita sering kali memberikan wejangan bahwa "tangan di atas lebih baik daripada tangan dibawah" dan dalam hal ini (suasana lebaran) hal tersebut dapat kita artikan bahwa memberikan permintaan maaf adalah sesuatu yang jauh lebih mulia dibandingkan kita tidak melakukannya sama sekali. Kita tahu semua orang tak pernah luput dari salah, namun jika kita melihat diri kita masing-masing seberapa besarkah pintu maaf kita yang kita buka bagi orang lain di banding dengan usaha kita mencari kata maaf? Saya kira hal ini harus berlaku seimbang. Dimana, selain kita berusaha sekuat tenaga untuk dimaafkan atas kesalahan yang pernah kita perbuat, kita juga harus memberikan kesempatan yang sama besarnya bagi orang lain untuk kita maafkan.

Jadi, bukankah usaha kita dalam mencari pintu maaf akan ternoda apabila kita pribadi sudah memasang slogan "Tiada Kata Maaf Bagimu" . Kita menginginkan orang lain memandang kita baik kenapa kita tidak pernah memberikan kesempatan yang sama bagi mereka untuk baik dimata kita. Kita mengharapkan segala kesalahan kita dianggap selesai namun kita tidak pernah menerima kesalahan orang lain sebagai sesuatu yang bisa dimaafkan dan diperbaiki di kemudian hari. Alangkah indahnya hidup ini jika sesuatu yang baik kita mulai dari diri kita pribadi. Janganlah kita menjadi seseorang yang sangat egois, dimana kita ingin dibukakan pintu maaf namun kita menutup rapat-rapat pintu maaf bagi orang lain

Di hari yang fitri esok hari, saya cuma berharap, marilah kita mencoba menempatkan diri kita sebagai matahari bagi kebahagiaan bersama. Marilah kita pancarkan sebesar-besarnya cahaya maaf bagi siapapun dan marilah kita hiasi hari-hari berikutnya dengan sesuatu yang baru dimana kesalahan yang telah terjadi kita lebur dalam suasana introspeksi diri yang kemudian hari tak akan pernah terulang kembali, tentunya disertai dengan perbaikan diri bagi masing-masing pribadi. Dan akhirnya sebuah frase "Tiada Kata Maaf Bagimu" akan menjadi sesuatu yang tabu dan tak perlu untuk kita lakukan.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432 Hijriah
Dengan Ikhlas Saya Telah Saya Memaafkan Kesalahan Saudara Semua
Dan Saya Berharap Keikhlasan Saudara Untuk Memaafkan Kesalahan Saya

Thursday, December 23, 2010

"Pulang Kampung Nih"


Mengutip salah satu kalimat yang di ucapkan oleh Barack Obama pada saat menyampaikan kuliah terbuka di kampus UI "Pulang Kampung Nih" :) mungkin baru kali ini saya secara serius mengucapkan dalam hati dan menghayati kalimat tersebut. Setelah sekian lama melanglang buana di berbagai daerah (hiperbolis dikit ya, aslinya cuma Lampung dan Jawa Tengah doang hehehe ). Saya jauh dari rumah ternyata sudah hampir 13 tahun lebih, dari duduk di bangku SMP hingga menamatkan kuliah. Sekarang saatnya kembali kerumah, kembali ke keluarga, dan kembali memantapkan diri membangun cita-cita yang memang sejak dari dulu ingin saya wujudkan di kampung halaman. Entah mengapa, yang namanya merantau bagi saya hanya sebatas disaat saya mencari tambahan pengetahuan. Sedangkan untuk kehidupan selanjutnya saya ingin habiskan dan baktikan bagi perkembangan kampung halaman tercinta :)

Persiapanpun telah dilakukan semaksimal mungkin, dari mulai packing (bisa diliat digambar berapa kardus jahanam yang bakal berjubel di dalam travel), memesan travel (kebetulan travelnya kosong, jadi nantinya saya juga bisa tidur nyenyak selama perjalanan :D ) sampai pamitan kesemua orang. Hmmm....ternyata seperti ini to rasanya pulang kampung sebenernya, soalnya dari dulu yang namanya pulang kampung bagi saya cuma hal yang sangat biasa. Dimana perasaan yang mengharu biru tidak pernah ada karena menurut saya rutinitas pulang kampung hanya sebatas silaturahmi dengan keluarga yang sekian lama tidak bersua, dan nantinyapun saya akan kembali pergi untuk melanjutkan aktifitas saya sebagai Mahasiswa (Mahasiswa malas hahahaha). Tapi untuk pulang kampung saat ini sungguh sangat berbeda. Karena nantinya saya bakalan menetap untuk selamanya di kampung halaman saya tercinta, memulai hidup baru, aktifitas baru dan tentunya kebiasaan-kebiasaan baru. Dan baru kali ini saya merasa heboh mengkondisikan diri saya agar dalam perjalanan tetap nyaman. Gimana nggak wong saya sekalian pindahan hehehehe..... Tapi pulang kampung kali ini sangat mengesankan, soalnya saya bakalan ditemani ama calon istri saya tercinta heuheuheuheuheu senangnya wkeekekkekeke....

Semarang yang sebentar lagi akan menjadi kenangan - mungkin ini terlalu berlebihan, soalnya saya masih berkeinginan bila suatu saat nanti ada kesempatan saya akan mengunjungi Semarang lagi. Lagian calon bini saya kan orang Semarang :D jadi biasa aja kaleee....Yuk yak yuk..packing sudah, pesen travel sudah, pamitan sudah hmmm...trus apa lagi ya? sepertinya udah semua, tinggal menikmati perjalanan, dan mulai menetapkan rencana awal apa yang akan saya lakukan di kampung halaman saya. MARI PULANG KAMPUNG!!!!!

Tuesday, December 14, 2010

Masih penasaran ama imumnostimulan

Sebagai seorang anak petambak (sebenernya bokap udah menyatakan pensiun dari dunia pertambakan dan sekarang beliau aktif di dunia perdagangan bebas) yang sebentar lagi terjun bebas kelapangan (mohon untuk tidak diartikan sebagai orang yang desperate trus akhirnya membunuh dirinya sendiri). Saya agak sedikit nervous :D ya gimana indak, orang pengalaman aja belom ada la kok nekat langsung mau bertambak-tambak ria. Tapi itulah keinginan dan mungkin bisa dibilang sebuah cita-cita saya sejak SMA (NB : saya dulu sekolah di SMA terfavorit se Lampung lo hehehe...bangga ah). That's the problem...niatan sudah sangat besar sampe menggebu nggebu terbawa mimpi segala. Tapi melihat kondisi pertambakan saat ini yang jauh beda apabila kita compare dengan masa-masa 80an ampe awal 90an sungguh berbeda sangat-sangat jauh. Dari segi kualitas lahan sudah jauh mengalami penurunan, dari jenis penyakit sekarang semakin hari semakin bertambah meskipun pada dasarnya penyakit yang menyerang kultivan pada umumnya masih itu-itu aja, yang ujung-ujungnya tentulah hasil panen yang tidak bisa optimal.

Sebagai orang yang tidak berpengalaman sama sekali seperti saya, tentunya menjadi masalah yang kompleks apabila harus menangani langsung sesuatu yang bisa dikategorikan masih baru, soalnya pada saat mengennyam pendidikan perikanan di Universitas Diponegoro Jateng, informasi yang saya dapat hanya sebatas teori dan teori, nah inilah kacaunya saya, napa waktu kuliah ga banyak waktu magang ya (kalo ada yang menganggap saya hanya maen game saya wekekek yak itu benar)....hehehehe forgive me dech :)

Trus apa kaitannya dengan yang namanya immunostimulan? hehehe... itu yang menjadi ganjalan saya selama ini. Kira-kira ada ga ya yang namanya obat atau ramuan yang bisa dipake buat meningkatkan daya tahan tubuh khususnya udang sehingga mampu bertahan terhadap serangan berbagai penyakit? trus kira-kira bisa ga ya kalo ramuan atau obat yang dipake oleh manusia untuk meningkatkan daya imun tubuh itu diterapkan pada udang atau ikan? Saya ga bisa bayangin kalo udang di kasih obat pektay atau keputihan buat mencegah penyakit bintik putih (White Spot) ehehehe....atau bahkan harus ngolesin satu-satu make obat panu :D soalnya dari obrolan tetangga-tetangga saya, pernah juga yang ngasih tambahan obat sakit kepala di pakan udang dan ternyata udangnya bisa idup sampai panen, nggak tau deh tuh metode kebetulan atau emang ada daya ngaruhnya yang jelas sungguh tidak habis pikir lagi kok bisa sampai sebegitunya, apa ya udang itu ikutan mikirin negara ya kok sampe pusing :D who knows lah.

Kembali lagi ke yang namanya immunostimulan . Guna meningkatkan daya tahan tubuh kita, berbagai obat dan ramuan saat ini banyak di pasarkan. Dan berbagai jenis ramuan telah diteliti kasiatnya. Salah satunya adalah khasiat biji jinten hitam atau yang dikenal juga sebagai biji habatussaudah (jinten dalam bahasa arab kali ya) dan daun Mimba atau imba yang oleh masyarakat NTB dimanfaatkan sebagai obat penurun demam dan berbagai penyakit yang disebabkan infeksi bakteri atau virus. Nah..kalo daun mimba, oleh salah satu petambak yang ada di NTB digunakan sebagai obat tambahan bagi udang windu. Ya berhasil sih, cuma belum tau keberlangsungannya sampai saat ini dan tentunya mungkin akan menjadi kendala apabila residu antibiotik yang berasal dari daun mimba masih ada, sebab saat ini pihak importir udang khususnya Amerika melarang produk udang yang mengandung antibiotik. Mudah-mudahan bisa menjadi solusi alternatif bagi para petambak udang untuk menggunakan khasiat daun mimba sebagai pencegahan penyakit yang menyerang udang. Atas dasar inilah, saya sendiri sangat penasaran dengan ramuan alami yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh udang windu sehingga bisa terbebas dari serangan penyakit. Ya meskipun pada dasarnya penerapan Standard Operational Procedures dan Best Management Practices pada tambak sangatlah penting. Mengingat pencegahan lebih baik daripada mengobati...iya kan?

Jika saatnya tiba, semoga saya bisa menerapkan prosedur operasional budidaya yang sesuai standar dan tentunya dengan mempraktikkan managemen yang terbaik termasuk dengan menerapkan Biosecurity System . Karena saya juga berangan-angan suatu saat nanti bisa memiliki areal tambak yang dapat menerapkan seluruh kemajuan teknologi perikanan meskipun hanya beberapa puluh hektar saja..hahahaha...ngarep. Yuk mari, kita terapkan sistem budidaya yang sesuai standar dan ramah lingkungan, mari kita bangun perikanan budidaya Indonesia bersama-sama :)

Salam.

Thursday, May 6, 2010

Test Pengetahuan Organikmu

Saat ini sedang gencar-gencarnya orang meneriakkan "Stop Global Warming", "Go Green!!", ect. Ya...wajarlah sekarang kan bumi sudah makin sekarat, tapi kayaknya lebih cocok kalo sebagian orang yang sekarat :senyum lebar: . Soalnya mau rusak bagaimanapun bumi ini, dia (bumi) ga bakalan protes. Yang protes kan orang-orang yang tinggal di dalamnya. Dan saya katakan hanya sebagian orang yang merasa sekarat, karena disaat banyak orang di antara kita yang merasa lingkungannya rusak, suplai air bersih berkurang, terganggu pernafasan gara-gara polusi udara, masih ada beberapa oknum yang dengan santainya menebang hutan sembarangan, buang sampah sembarangan (kebiasaan buruk dari kecil :boss:), buang limbah sembarangan yang akhirnya membuat sebagian orang sekarat :haha:

Whatever lah! yang jelas kita perlu aksi nyata untuk menyelamatkan dirikita dari semakin rusaknya bumi ini yang nantinya kita bakal sekarat :feelgood:

Ngomong apa yak :malu ah: ehehehe ga jelas nih. Okelah kalo beg...beg..beg...gitu :ngerap dulu: barusan saya browsing dan coba nyari-nyari brita di CNN (wehehehe gaya banget kan sekarang bacanya CNN.com :senyum lebar:). Nah pas coba cari-cari sesuatu yang menarik, ternyata ada satu link yang menuju ke sebuah quiz mengenai seberapa banyakkah pengetahuan kita mengenai dunia organik :feelgood: dan iseng-iseng tanpa hadiah sayapun mencobanya (karena kuisnya ga ada hadiahnya, jadi cuma iseng aja yang bisa didapet :ditimpuk pelor:)

Pertanyaan pertama :
Berapakah luas areal tanah di muka bumi ini yang mendapat sertifikat untuk dikembangkan sebagai lahan perkebunan organik? a.35 ribu hektar b.350 ribu hektar c.350 juta hektar
saya jawab: 350 ribu hektar dan ternyata saya salah :ditimpuk bata: ternyata jawaban yang bener 35 ribu hektar. Ternyata jawabannya sudah ganti to :haha:

Pertanyaan kedua :
Negara manakah yang memiliki perkebunan organik yang paling luas? a.China b.Australia c.Argentina
saya jawab : China (karena saya mikirnya china punya lahan yang luas dibanding negara lain,ternyata jawabannya salah yang bener Australia :senyum lebar:)

Pertanyaan ketiga :
Seberapa besar nilai perdagangan dunia atas produk organik? a.$5 milyar b.$50 milyar c.$500 milyar
saya jawab : $500 milyar (asumsi saya karena saat ini orang-orang diseluruh dunia makin cinta ama produk organik. Dan ternyata jawaban salah lagi :ditimpuk bata: yang bener $50 milyar. Ternyata perkembangannya belom sebanyak itu meskipun sudah mencapai tiga kali lipat dibanding satu dekade terakhir :senyum lebar:

pertanyaan keempat :
Berapa persentasi makanan organik yang harus memiliki sertifikat yang disetujui di Amerika? a.75% b.85% c.95%
saya jawab : dengan asalnya saya jawab 75% karena saya nggak tau sama sekali seluk beluk perorganikan di Amerika (ya sebenernya di Indonesia juga saya ga tau :ditimpuk pelor:) ternyata jawaban asal saya yang kesekian kali juga salah :senyum lebar: yang bener adalah 95% dan saya jadi tau kalo Amerika adalah salah satu negara yang lagi giat-giatnya mengembangkan makanan organik. Indonesia kapan ya :masih ngimpi:

Dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang saya jawab dengan salah :boss: tapi saya jadi tambah pengetahuan hehehehehe kalo pada mau ngetest kemampuan organik kamu, silahkan kunjungi aja : Disini

Thursday, March 18, 2010

Bootnya Sudah Sampe !


Setelah 14 hari menunggu, akhirnya hari ini dateng juga :boss: Altama Footwear 8" Waterproof EXOSpeed langsung dipaketin ama om Obama. Begitu kurirnya pegi, langsung deh saya buka bungkusannya. Pertama liat bungkusannya "lah kok gede bener?, apa saya salah milih ukuran?,ato jangan-jangan mas nya yang tadi salah ngasih paket?" wekekekeke....ternyata bungkus gede karena di re-pack ama pihak DHL. Sedangkan bungkus aslinya tetep kotak sepatu seperti biasanya :bigsmile:

Wah ini dia yang saya idam-idamkan selama 3 tahun. Barang udah di depan mata, udah dicoba, meski pertama kali agak repot karena ini pertama kalinya saya make boot dengan ukuran saya :D (ndeso tenan!) Senangnya hari ini...terus terang tadinya ga kebayang bakalan punya boot kayak gini. Tadinya cuman berangan-angan, cuma bisa liat di potonya aja, cuma bisa nyimpen di notepade detailnya :bigsmile: sekarang bisa saya simpen di lemari....

Eit...kagak sampe disitu aje ceritanya....pas saya buka-buka tuh kardus sepatu ternyada ada yang laen ama isinya (selain sepatu ama kertas sumpel sepatu). Saya liat kok ada semacam kertas minyak warna putih tapi kok ada gambar petanya ya?.....oo...setelah diperhatiin ternyata tuh peta adalah peta lokasi toko dari merk sepatu yang saya beli......sebuah pengalaman baru. Karena selama ini saya belom pernah nemuin produk lokal yang menerapkan cara seperti itu buat memberikan informasi ke customer mengenai lokasi retail produk mereka....alangkah niatnya tuh yang punya toko sampe mengeluarkan anggaran tambahan buat promosi

:boss:

Wednesday, March 17, 2010

Akhirnya alamat blogku keren juga

"Sekian lama...Aku menunggu..." sedikit mengutip lirik lagu "Menunggu"nya bang Roma akhirnya kesampaian juga deh apa yang selama ini menjadi angan-angan :cry:

Blog dengan address sesuai nama saya pribadi "Ilham DC" wekekekeke....tadinya sih bingung gimana cara beli domainnya, gimana cara setting ke bloggernya tapi setalah bekerja sedikit keras dan penuh keyakinan bahwa saya mampu beli domain (heroic mode ON), googling buat cari kupon diskon di name.com, googling buat nyari tutorial cara setting domain name.com ke blogger dan jadilah blog ini :adore: terus terang, ni blog baru saya register beberapa hari dengan menggunakan account gmail baru karena beberapa account gmail saya sudah saya pake buat bikin blog lainnya :sure:

Terima kasih deh buat aloh yang telah memberikan ibu yang dapat melahirkan anak yang sedikit berotak seperti saya :adore: ...thanks God, thanks mom, thanks google, thanks blogger, thanks name.com yang dah ngasih diskon dan tentunya thanks paypal yang udah nerima pendaftaran saya
:bigsmile:

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Affiliate Network Reviews